pilihan +INDEKS
Duet Maut Pembasmi Preman: Brigjen Hengki Haryadi Resmi Dampingi Irjen Herry Heryawan
-
PEKANBARU - Wakapolda Riau, Brigjen Pol Dr. Hengki Haryadi, menyatakan rasa bangganya dapat mengabdi di Bumi Lancang Kuning sebagai bagian dari jajaran Polda Riau. Ia menegaskan bahwa penugasan ini merupakan momen emosional karena memberinya kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan sosok Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan.
“Ini merupakan suatu kebanggaan, bisa bertugas di Polda Riau. Terlebih, Pak Kapolda ini adalah sudah seperti saudara saya sendiri,” katanya di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (14/01/2026).
Baca Juga :Ia mengenang kebersamaan mereka sejak masa pendidikan di Akademi Kepolisian hingga kembali dipertemukan dalam berbagai penugasan. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin sejak lama membuat komunikasi dan koordinasi akan berjalan efektif dengan cepat.
“Sejak dari pendidikan akademi kepolisian kami satu angkatan, hingga bertugas di Polda Metro Jaya kami di sana bersama-sama,” ujarnya.
Dijelaskan, kedekatan itu menjadi modal besar dalam membangun sinergi kepemimpinan di Polda Riau. Ia menambahkan bahwa Kapolda Irjen Herimen merupakan sosok mentor yang banyak memberinya pelajaran berharga tentang keberanian dan ketegasan dalam menghadapi kelompok-kelompok kriminal jalanan.
“Ya kita telah berkolaborasi memberantas premanisme. Saya ingat betul beliau pernah bilang kalau preman itu jangan lihat seramnya, karena memang itu tujuan preman untuk menakuti. Jadi jangan sampai polisi takut sama preman,” jelasnya.
Sehingga, pesan itulah menjadi prinsip yang terus ia pegang hingga kini. Wakapolda Riau, Brigjen Hengki Haryadi menilai, keberanian aparat bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan kepercayaan diri dalam menegakkan hukum tanpa rasa gentar.
“Kalau mereka gila, kita gunakan cara-cara gila untuk menangkapnya. Inilah ajaran Pak Kapolda dulu, sehingga beliau menjadi mentor bagi saya untuk memberantas premanisme. Saya harus hadir mendampingi saudara saya di sini. Kalau beliau ini adalah nahkoda, saya adalah mualimnya, bertanggung jawab terhadap arah navigasi kapal termasuk keselamatan awak,” tegasnya.
Diterangkan, tidak boleh ada perbedaan arah di dalam tubuh kepolisian yang justru bisa menghambat pencapaian tujuan besar institusi. Sehingga, seluruh langkah yang diambil jajaran Polda Riau harus sejalan dengan arah kebijakan nasional.
“Kami akan bersifat situasional, kalau dalam hal ini untuk mengarah navigasi kapal kita harus mengimbangi. Jangan sampai visi dan misi dari Pak Presiden, visi dan misi dari Pak Kapolri, visi dan misi dari Polda Riau tidak berjalan sesuai rencana. Saya ingin semua sampai ke tujuan," pungkasnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Mutasi Polri di Riau: Dua Pejabat Utama dan Empat Kapolres Resmi Berganti Jabatan
Pekanbaru - Dua pejabat utama (PJU) dan empat Kapolres di Riau yang dimutas.
Harga CPO Naik, Kelapa Sawit Mitra Plasma ‘Minggu Ini Jadi Rp3.831 per Kg
PEKANBARU - Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim telah melaksanakan r.
Pemprov Riau Serahkan Data Tunggakan PKB kepada Pemkab Kuansing, Perkuat Sinergi Tingkatkan PAD
KUANTAN SINGINGI – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat kolabora.
Momentum HPN 2026, Pemprov Riau Dorong Pers Profesional dan Adaptif di Era Digital
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mendorong insan pers untuk terus menin.
Perhutanan Sosial di Riau Sentuh 201 Ribu Hektare, Lebih dari 35 Ribu Keluarga Rasakan Manfaatnya
PEKANBARU — Program Perhutanan Sosial di Provinsi Riau terus menunjukkan dampak nyata bagi .
Membentang Panjang di Jalan Sudirman, Kue Talam Durian Pekanbaru Resmi Raih Rekor Dunia
PEKANBARU - Kota Bertuah kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingka.







